Halaman

Welcome

Abidakan Ilmu Dengan Tulisan

Selasa, 23 April 2013

Artikel Pendidikan



PERGESERAN POLA PENDIDIKAN ANAK
DALAM KELUARGA DI ERA GLOBAL

Abstrak:
Berbagai pola pendidikan anak dengan pendekatan konvensional maupun kontemporer menjadi hal fundamental. Keterlibatan orangtua secara total dalam menyelaraskan derasnya kemajuan Iptek dengan internalisasi nilai-nilai kebaikan yang mesti diwariskan tiap generasi. Orangtua dituntut adaptif terhadap perkembangan aktual globalisasi. Bijak menetapkan sikap mendidik anak, tidak apatis lalu menolak perkembangan jaman serta globalisasi, tidak juga hanyut dalam atmosfir materialisme. Sikap serba tengah dan moderat menjadi solusi.

Kata Kunci: Keluarga, Pergeseran Pola Pendidikan Anak, Era Global, Solusi

A.    Pendahuluan
Era global merupakan era kemajuan teknologi yang membawa pengaruh terhadap kehidupan umat manusia, baik yang bersifat negatif maupun positif. Teknologi yang berkembang membawa berbagai informasi dan membantu dalam pekerjaan. Hal ini sangat menantang perkembangan dunia anak terutama dalam pendidikannya.
Selain itu, paradigma peradaban modern lebih mementingkan aspek material dan kesenangan (hedonis) mengikis aspek spiritual dan kejiwaan dalam masyarakat. Banyak keluarga, harus kehilangan nilai spiritualnya lantaran dipolusi oleh berbagai kejahatan dan dosa. Akibatnya, mereka melahirkan anak-anak yang bermoral rendah, perusak dan menyimpang dari jalan lurus. (Muhammad Taqi Falsafi, 2003: 245)
Melihat fenomena yang terjadi masa kini, anak akan kehilangan perhatian, kasih sayang, pendidikan, dan hak-hak yang seharusnya didapatkan dalam keluarga. Pendidikan menjadi media pewarisan nilai-nilai kebaikan dari generasi ke generasi, sedangkan jaman yang menghadang dipenuhi dengan tantangan, sehingga mengakibatkan terjadinya pergeseran pola pendidikan anak. Melalui artikel ini, penulis akan menawarkan solusi untuk menyikapi pergeseran pola pendidikan anak di era global sekarang ini.


B.    Pola Pendidikan Anak dalam Keluarga
Keluarga adalah lingkungan pendidikan yang pertama dan utama bagi anak, tanggung jawab memberikan pendidikan kepada anak adalah kewajiban kodrati yang mesti dipenuhi orangtua. Tanggung jawab utama orang tua dalam pendidikan anak dimulai sejak dalam kandungan, kelahiran hingga menjelang memasuki bangku sekolah. Namun, Kamrani Buseri (2010: 136) menyatakan bahwa pendiddikan di atas belumlah cukup terutama perkembangan emosi menyangkut rasa kasih sayang kedua orangtuanya yang tidak bisa digantikan oleh siapa pun. (Kamrani Buseri, 2010: 136)
Secara garis besar pola asuh orangtua dalam mendidik anaknya dapat dikategorikan menjadi tiga macam, yaitu pola otoriter, permisif, dan otoritatif. Pertama, pola asuh otoriter menerapkan  seperangkat  peraturan  kepada anaknya  secara  ketat  dan  sepihak,  cenderung menggunakan pendekatan yang bersifat diktator, menonjolkan wibawa, menghendaki  ketaatan mutlak. Kedua, pola asuh permisif memperlihatkan bahwa orangtua cenderung memberikan banyak kebebasan kepada anaknya dan kurang memberikan kontrol, sedangkan ketiga, pola asuh otoritatif yaitu orangtua memberi  kebebasan disertai bimbingan kepada  anak.
Berdasarkan ketiga pola asuh di atas, dapat ditegaskan bahwa ketiga pola tersebut dapat digunakan dalam mendidik anak sesuai dengan situasi dan kondisi di era global sekarang ini.
 
C.    Era Global
 Era adalah kurun waktu dalam sejarah, sedangkan global yaitu umum. Di dalam penggunaannya orang sering menggunakan istilah “globalisasi” artinya mendunia. Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global.
Walaupun globalisasi membawa banyak perubahan terhadap bangsa Indonesia terutama dalam hal mudahnya dalam mengakses informasi dari berbagai belahan dunia, namun selalu saja dampak negatif mengiringi prosesnya, terutama dalam upaya harmonisasi budaya Timur Indonesia yang menjaga norma, etika dan susila dihadapkan dengan budaya barat yang cenderung liberal.
Secara lebih luas, globalisasi sendiri mempunyai dampak terhadap kehidupan manusia, dampak positif dari globalisasi misalnya perubahan tata nilai dan sikap, irasional menjadi rasional, berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, tingkat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Sedangkan dampak negatif yang dirasakan misalnya pola hidup konsumtif, otoriter (individualistik), budaya kita sudah tertanam sejak dulu punah begitu saja dan dapat memengaruhi kalangan muda untuk mengikuti tren pada zaman sekarang, serta munculnya kesenjangan sosial.
Memperhatikan beberapa dampak di atas, globalisasi diibaratkan dua sisi mata pedang yang sulit untuk dihindarkan, satu sisi merupakan senjata bagi eksistensi seseorang, di sisi lain beresiko bisa mencelakakan pemiliknya. Diperlukan kebijaksanaan dalam menyikapi dampak globalisasi, terutama bagi orangtua dalam mendidik anaknya. Sebagian orangtua bersikap apatis dan cenderung menolak perkembangan jaman dan globalisasi, di bahagian lain telah hanyut dalam atmosfir konsumerisme-materialisme yang membuat generasi terjerembab di lorong-lorong jaman.

D.    Solusi Membangun Pendidikan Anak dalam Keluarga di Era Global
Pendidikan menuntut terjadinya perubahan. Prinsip pendidikan yang selalu bergerak maju (progress) dihadapkan pada dinamika jaman global akan meniscayakan banyak hal, satu di antaranya pergeseran pola pendidikan anak dalam keluarga.
Setiap orangtua mengidamkan proses pendidikan anak berjalan tanpa kendala, sedang jaman seakan siap menggilas yang lengah akan keberadaannya, maka diperlukan solusi untuk membangun kembali pola pendidikan anak, antara lain:
1.  Melihat dan menyadari akan besarnya perubahan yang terjadi akibat dampak globalisasi yang semakin meningkat.
2.  Perhatian dan kasih sayang sebagai pengiring perkembangan kejiwaan dan pendidikan anak.  
3.  Orangtua menguasai wawasan pendidikan dan mengikuti perkembangan teknologi dengan memahami dampak dan manfaat.
4.  Menginternalisasikan nilai pendidikan kepada anak di tiap kesempatan.
5.  Selalu membimbing anak dalam pemakaian barang teknologi.
Selain beberapa solusi di atas, secara umum ada beberapa pola pendidikan yang dapat digunakan oleh setiap orangtua dalam mendidik anak-anaknya, yaitu:
1.  Pola pendidikan dengan keteladanan
Orangtua secara langsung akan menjadi suri teladan bagi anak-anaknya,  seperti kata cerdik pandai, satu teladan lebih berharga dari seribu nasihat.
2.  Pola pendidikan dengan pembiasaan
Pendidikan dengan pembiasaan melakukan perilaku terpuji diharapkan menjadikan anak cenderung kepada kebaikan dan dimulai di rumah. (Zakiah Daradjat, 1970: 62)
3.  Pola pendidikan dengan pemberian perhatian
Orangtua hendaklah memperhatikan perkembangan anak dalam pembinaan aqidah dan moral.
4.  Pola pendidikan dengan nasehat
Penanaman  pendidikan  dengan menyodorkan kata-kata yang baik, sehingga apa yang didengarnya masuk dalam hati dan diamalkannya.
5.  Pola pendidikan dengan pemberian hadiah
Hadiah berefek motivasi jika melakukan prestasi.
6.  Pola pendidikan dengan pemberian hukuman
Hukuman bertujuan menyadarkan anak, mulai dari yang ringan sampai berat, sejak  kerlingan menyengat sampai pukulan menyakitkan. (Ahmad Tafsir, 2005 : 186)
Konteks pendidikan anak dapat direlevansikan dengan teladan Luqman dalam mendidik anak-anaknya, bahwa periode mendidik anak dibagi 3 periode, yaitu 7 tahun pertama bimbingan, kedua dengan kasih sayang dan ketiga pengarahan.
Pentingnya pendidikan anak mutlak dilakukan, diharapkan ia akan tumbuh dan menjadi orang yang berguna sejalan dengan harapan orangtua maupun bangsa. Dengan demikian, pergeseran cara mendidik anak dalam keluarga menjadi keniscayaan sehingga pendidikan yang bergerak maju mengikuti tuntutan jaman dapat beriringan dengan nilai-nilai kebaikan yang akan diwariskan dari generasi ke generasi sehingga generasi yang akan datang tidak akan kehilangan identitas dan jati diri.

E.    Penutup
Era Globalisasi datang seiring waktu membawa dampak yang sangat signifikan dalam kehidupan keluarga, baik dampak positif maupun negatif. Melihat fenomena, pola pendidikan anak dalam keluarga mestilah mendapat perhatian serius, pergeseran pola pendidikan konvensional menuju pola pendidikan kontemporer, dengan berbagai pendekatan dan mendapat sentuhan kemajuan Iptek. Pergeseran internalisasi nilai dari tradisi lisan ke tulisan menjadi akselerasi ekstrem pendidikan.
Hampir setiap pembahasan mengenai pendidikan anak, termasuk teori yang dikutip maupun yang belum penulis muat dalam tulisan ini, mengungkap betapa pentingnya pendidikan anak.
Alternatif solusi agar terhindar dari pengaruh negatif globalisasi yang semakin meningkat mengharuskan orangtua lebih bijak dan fokus, mengambil jalan tengah dengan memberikan pendidikan kepada anaknya, dengan menyelaraskan manfaat perkembangan teknologi dan informasi sebagai dampak positif globalisasi.





DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Nurwadjah, Tafsir Ayat-ayat Pendidikan, (Bandung: Penerbit Marja, 2007)
Buseri, Kamrani, Pendidikan Keluarga dalam Islam dan Gagasan Implementasi, (Yogyakarta: PT. LkiS Printing Cemerlang, 2010)
Daradjat, Zakiah, Ilmu Jiwa Agama, (Jakarta: Bulan Bintang, 1970)
Falsafi, Syeikh Muhammad Taqi, Anak Antara Kekuatan Gen dan Pendidikan, (Bogor: Cahaya, 2003)
Tafsir, Ahmad, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2005) 

Semoga Bermanfaat . . .